Penyebab Testis Bengkak Sebelah pada Anak dan Pria Dewasa

Penyebab Testis Bengkak Sebelah pada Anak dan Pria Dewasa

Pria mana yang tidak khawatir jika salah satu aset terpenting dalam dirinya mengalami masalah, seperti halnya ukuran testis atau buah zakar yang besar sebelah.

Penyebab Testis Bengkak Sebelah pada Anak dan Pria Dewasa

Meski sebenarnya kondisi testis besar sebelah merupakan hal yang normal, tetapi jika testis bengkak disertai rasa sakit dan perbedaan ukuran testis cukup besar antara yang kiri dengan kanan, terdapat benjolan serta berwarna kemerahan, maka kondisi ini perlu di waspadai.

Karena apa? testis bengkak atau besar sebelah bisa jadi merupakan salah satu dari gejala penyakit seperti hidrokel, epididimitis, orkitis, torsio testis, varikokel dan kanker testis.

Tetapi selama variasi perbedaan ukuran testis tidak terlalu signifikan, dan keluhan testis besar sebelah tidak disertai keluhan dan gejala lain seperti nyeri testis, masalah ejakulasi dini atau susah memiliki keturunan, maka kondisi yang dialami mungkin tidak begitu berbahaya.

Anda disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter jika testis besar sebelah disertai gejala yang disebutkan di atas tadi atau jika mengalami perbedaan ukuran testis yang membuat Anda cukup khawatir.

Namun yang menjadi inti dari masalah di sini adalah, tak sedikit dari mereka (pria) yang tidak menyadari dan cenderung menyepelekan kondisi ini karena gejalanya tidak terlalu terlihat.

Padahal jika para pria tahu penyebabnya, hal ini akan membuat shock siapapun yang menderitanya karena penyakit yang menjadi penyebab testis atau buah pelir bengkak seperti varikokel adalah salah satu penyebab utama kemandulan pada pria.

Varikokel dengan gejala testis bengkak sebelah dapat menurunkan kualitas sperma yang dikeluarkan, sehingga menyebabkan Anda sulit menghamili pasangan.

Penyebab pembengkakan testi (skrotum / buah pelir / buah zakar)

Testis bengkak umumnya lebih banyak ditemui pada pria dewasa dibanding anak-anak. Mereka yang terlahir dengan kelainan pada skrotum, testis, dan ginjal pun lebih berisiko terserang pembengkakan skrotum.

Tetapi pada dasarnya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

Dalam pembuluh darah vena terdapat katup-katup yang berfungsi mengalirkan darah. Ketika darah mengalir menuju jantung, katup ini akan terbuka sehingga darah bisa mengalir dengan lancar.

Katup bisa menutup saat aliran darah berjalan lambat, hal inilah yang berfungsi untuk mencegah terjadinya aliran balik akibat gravitasi.

Pada kondisi sehat, pembuluh darah skrotum yang bersifat satu arah akan memindahkan darah dari testikel ke skrotum, untuk kemudian dialirkan lagi ke jantung.

Jika katup pembuluh darah ini tak berfungsi dengan baik, maka darah yang seharusnya mengalir ke jantung akan berbalik dan mengendap di pembuluh vena skrotum hingga terjadilah pembengkakan.

Di samping itu, penyebab testis membengkak juga diketahui karena adanya pengaruh dari faktor lain, seperti:

  • Hidrokel yakni penimbunan cairan pada skrotum yang memungkinkan terjadinya massa skrotum. pada kondisi normal, slrotum hanya menampung sedikit cairan sehingga akan terjadi pembengkakan jika ada terlalu banyak cairan yang menumpuk.
  • Penyakit menular seksual seperti klamidia bisa mengakibatkan peradangan pada saluran sperma (epididimis) yang akan memicu penyakit massa skrotum.
  • Infeksi virus yang menyebabkan peradangan testis
  • Saraf-saraf testi dan penis yang terjepit
  • Hernia yang disebabkan oleh melemahnya lapisan otot dinding perut
  • Kanker testis biasanya dimulai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal pada testis yang kemudian berubah menjadi sel kanker. Sel inilah yang akan menyebabkan pembengkakan skrotum.

Pencegahan Pembengkakan Testis

Pembengkakan testis sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Untuk pencegahannya, pastikan jika Anda menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual guna mencegah terjangkitnya penyakit menular seksual. Anda juga bisa menggunakan pelindung penis saat berolahraga untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan.

Di samping itu, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan secara mandiri selama sebulan sekali agar bisamendeteksi massa skrotum atau penyakit lain sejak dini.

Lakukan pemeriksaan ini setelah Anda mandi air hangat dan berdirilah di depan kaca.

Perhatikan baik-baik, apakah muncul ruam atau kemerahan pada kulit. Posisikan jari telunjuk dan jari tengah Anda di bawah testis dan ibu jari di atas, lalu rasakan. Apabila ada benjolan atau ukuran kedua testi sedikit berbeda satu sama lain jangan takut, karena hal tersebut sangatlah wajar.

Yang perlu diwaspadai dan perlu diperhatikan kondisinya adalah jika Anda menemukan benjolan tak wajar, kemerahan pada kulit atau skrotum terasa sakit.

Jika Anda menemui gejala-gejala seperti di atas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga : Cara Mengatasi testis bengkak secara alami

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*