7 Ciri Stroke Ringan Menyerang Tubuh Secara Diam-Diam

7 Ciri Stroke Ringan Menyerang Tubuh Secara Diam-Diam

Ciri stroke ringan – Tahukah Anda? Jika penyakit stroke merupakan penyebab kedua kecacatan di dunia? Bahkan sampai saat ini penderita stroke semakin meningkat setiap tahunnya. Apalagi di negara berkembang seperti Indonesia ini.

Seringkali serangan stroke terjadi secara tiba-tiba, tetapi pada dasarnya penyakit yang menyerang pembuluh darah di otak ini bisa dideteksi ciri dan tanda-tandanya.

Semakin dini stroke dikenali dan diobati maka semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh dan terhindar dari risiko kelumpuhan.

Ciri Stroke Ringan

Seperti yang diungkapkan Kepala Divisi Stroke di NewYork-Presbyterian Hospital/Columbia University Medical Center yang dikutip dari kompas.com megatakan, ketika seseorang terkena stroke maka mereka akan menunjukkan tanda-tanda perubahan fisik yang bisa dikenali, ringan ataupun ekstrim.

Stroke sendiri terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, akibat otak kekurangan oksigen. Hal ini membuat sel otak akan mati dan membuat penderitanya mengalami kelumpuhan atau hilang ingatan. Sungguh mengerikan bukan?

Untuk itu, Anda wajib mengetahui dan sudah selayknya mewaspadai tentang ciri dan gejala stroke sejak dini agar pertanda saat stroke menyerang bisa dicegah dan diatasi secepat mungkin.

7 Ciri Stroke Menyerang Tubuh Secara Diam-Diam

Dan berikut ini adala ciri dan tanda stroke ringan mulai menyerang tubuh. Diantaranya meliputi:

  1. Nyeri pada salah satu sisi wajah

Nyeri yang dirasakan biasanya muncul secara mendadak pada salah satu sisi wajah, lengan, kaki, serta dada. Dan ini merupakan ciri khas dari serangan stroke.

Lebih mengejutkannya, ternyata gejala stroke atipikal tersebut lebih rentan dialami oleh wanita.

2. Kelumpuhan di wajah

Kelumpuhan di wajah juga merupakan tanda stroke paling umum. Selain rasa nyeri, seseorang yang menderita stroke tiba-tiba akan merasakan mati rasa dan kelumpuhan pada satu sisi wajah, lengan atau tungkai.

3. Tremor

Tremor atau gemetaran juga sering terjadi saat gejala stroke menyerang. Ini terjadi karena adanya penyumbatan suplai darah ke otak.

4. Kehilangan keseimbangan atau tiba-tiba kesulitan berjalan dan koordinasi

Apakah Anda pernah atau sering mengalami ketidakseimbangan seolah-olah seperti mabuk saat berjalan, tersandung atau bahkan jatuh? Ini merupakan pertanda stroke mulai menyerang tubuh Anda.

5. Sakit kepala

Gangguan sakit kepala memang tidak selalu identik dengan gejala stroke. Akan tetapi, jika sakit kepala yang menyerang secara tiba-tiba atau tampak sangat sering dan semakin parah, Anda patut mewaspadainya.

Terutama jika disertai dengan leher kaku, nyeri pada wajah atau muntah, bukan tidak mungkin hal ini akan menyebabkan terjadinya perdarahan intrakranial, atau dikenal sebagai stroke merah (red stroke).

5. Vertigo

Berbeda dengan sakit kepala biasa, vertigo merupakan suatu kondisi di mana pusing seperti berputar-putar layaknya semua yang dilihat bergerak padahal tidak, sehingga membuat tubuh mengalami ketidakseimbangan. Ini seringkali menjadi tanda dari stroke.

6. Pandangan kabur

Stroke juga bisa membuat pandangan tiba-tiba kaburatau ganda (ketidakmampuan untuk memusatkan perhatian pada obyek).

7. Kesulitan menghirup atau menelan

Kesulitan menghirup atau menelan juga bisa menjadi pertanda stroke. Beberapa gejala lain yang mengiringinya adalah pingsan, mual, hingga muntah.

Jadi pada intinya, jika Anda atau ada salah satu dari kerabat Anda yang seringmengeluhkan salah satu atau beberapa gejala di atas, maka waspadailah! Karena ini bisa jadi penyakit stroke sedang mengancam kesehatan.

Pencegahan stroke

Penyakit stroke memang dikenal sebagai salah satu jenis penyakit yang memicu kematian paling serius. Tetapi sebenarnya, kondisi ini bisa dicegah.

Perubahan gaya hidup perlu ditingkatkan guna mengurangi risiko terkena stroke. Seperti mengurangi konsumsi garam, hindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, makan-makanan yang menyehatkan, stop merokok, hidup aktif dan olahraga.

Perubahan-perubahan sederhana tersebut bukan hanya dapat mengurangi risiko penyakit stroke, tetapi juga penyakit-penyakit perihal pembuluh darah lain seperti darah tinggi dan jantung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*